Wajib Tahu! Perbedaan TOEFL ITP dan IELTS untuk Persiapan S2
toefl itp

Ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, terutama di luar negeri? Salah satu persiapan yang perlu diperhatikan adalah kemampuan bahasa Inggris. Banyak universitas meminta calon mahasiswa internasional menunjukkan bukti kemampuan bahasa Inggris melalui tes resmi, seperti TOEFL atau IELTS.

Namun, tahukah kamu bahwa TOEFL memiliki beberapa jenis tes? Salah satunya adalah TOEFL ITP. Tes ini sering digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris di lingkungan pendidikan. Sementara itu, IELTS merupakan tes bahasa Inggris yang banyak digunakan untuk kebutuhan pendidikan, pekerjaan, dan keperluan lainnya.

mostbet mostbet

Keduanya sama-sama menguji kemampuan bahasa Inggris, tetapi memiliki format, materi, dan kegunaan yang berbeda. Karena itu, penting untuk memahami perbedaannya sebelum mendaftar tes.

Artikel ini akan membahas apa itu TOEFL ITP dan IELTS, kegunaannya, negara tujuan untuk melanjutkan S2, bahasa dan aksen yang digunakan, serta materi yang perlu dipelajari.

Apa Itu TOEFL ITP?

TOEFL ITP adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language Institutional Testing Program. Tes ini dikembangkan oleh ETS (Educational Testing Service), lembaga yang mengembangkan berbagai tes kemampuan bahasa Inggris.

TOEFL ITP digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang, khususnya dalam konteks akademik. Tes ini umumnya diselenggarakan melalui institusi atau lembaga yang bekerja sama dengan penyelenggara resmi.

Pada TOEFL ITP Level 1, terdapat tiga bagian utama, yaitu Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension. Sebagian besar soal berbentuk pilihan ganda.

TOEFL ITP juga memiliki tes Speaking yang tersedia sebagai bagian tambahan pada format digital tertentu. Jadi, jangan langsung berasumsi bahwa semua tes TOEFL ITP sudah menguji kemampuan berbicara.

Tes ini sering digunakan untuk kebutuhan internal universitas, seperti persyaratan kelulusan, penempatan kelas bahasa Inggris, evaluasi kemampuan mahasiswa, atau seleksi program tertentu. Namun, penggunaannya untuk pendaftaran S2 di luar negeri harus diperiksa secara khusus karena tidak semua universitas menerima TOEFL ITP.

Apa Itu IELTS?

IELTS adalah singkatan dari International English Language Testing System. Tes ini dirancang untuk menilai kemampuan bahasa Inggris seseorang dalam berbagai situasi, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari.

IELTS memiliki empat bagian yang menguji kemampuan bahasa Inggris secara menyeluruh, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking.

Ada dua jenis IELTS yang umum dikenal, yaitu:

  1. IELTS Academic: ditujukan bagi orang yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, seperti S1, S2, atau S3, serta beberapa keperluan registrasi profesional.
  2. IELTS General Training: lebih berfokus pada kemampuan bahasa Inggris untuk situasi sehari-hari, pekerjaan, dan beberapa kebutuhan migrasi.

Jika tujuanmu adalah melanjutkan pendidikan S2 di luar negeri, biasanya jenis tes yang perlu diperhatikan adalah IELTS Academic. Meski begitu, selalu periksa persyaratan universitas dan program studi yang dituju.

IELTS menguji kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara aktif maupun pasif. Artinya, kamu tidak hanya perlu memahami percakapan dan bacaan, tetapi juga mampu menulis serta berbicara untuk menyampaikan ide.

Kegunaan TOEFL ITP dan IELTS

Walaupun sama-sama mengukur kemampuan bahasa Inggris, TOEFL ITP dan IELTS memiliki kegunaan yang tidak selalu sama.

Kegunaan TOEFL ITP:

  • Mengukur kemampuan bahasa Inggris mahasiswa atau peserta tes.
  • Memenuhi persyaratan bahasa Inggris internal di beberapa universitas.
  • Menjadi salah satu syarat kelulusan di institusi tertentu.
  • Membantu penempatan peserta dalam kelas bahasa Inggris.
  • Mengevaluasi perkembangan kemampuan bahasa Inggris setelah mengikuti pembelajaran.
  • Memenuhi persyaratan program atau beasiswa tertentu jika penyelenggaranya menerima TOEFL ITP.

Kegunaan IELTS:

  • Memenuhi persyaratan bahasa Inggris untuk pendaftaran universitas luar negeri.
  • Menjadi bukti kemampuan bahasa Inggris untuk program S2 dan S3.
  • Digunakan untuk beberapa kebutuhan pekerjaan dan registrasi profesional.
  • Mendukung persyaratan bahasa Inggris untuk keperluan migrasi di negara tertentu.
  • Membantu menunjukkan kemampuan Listening, Reading, Writing, dan Speaking secara menyeluruh.

Hal penting yang perlu diingat adalah sertifikat TOEFL ITP tidak otomatis bisa digunakan untuk menggantikan IELTS atau TOEFL iBT. Setiap universitas, program studi, dan lembaga beasiswa memiliki ketentuan masing-masing.

Negara Tujuan untuk Melanjutkan S2

Banyak mahasiswa Indonesia memiliki impian melanjutkan pendidikan S2 ke luar negeri. Beberapa negara yang sering menjadi tujuan antara lain Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Namun, tes bahasa Inggris yang diterima bisa berbeda antara satu universitas dan universitas lainnya. Berikut gambaran negara tujuan dan hal yang perlu diperhatikan.

  1. Amerika Serikat

Amerika Serikat menjadi salah satu tujuan populer bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan S2. Negara ini memiliki banyak universitas dengan program studi dalam berbagai bidang, seperti bisnis, teknologi, pendidikan, kesehatan, dan ilmu sosial.

Untuk pendaftaran internasional, sejumlah universitas menerima IELTS Academic atau TOEFL iBT sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris. TOEFL ITP tidak boleh dianggap otomatis diterima untuk penerimaan mahasiswa reguler. Sebagai contoh, MIT menyatakan bahwa TOEFL ITP tidak diterima untuk keperluan penerimaan pascasarjana.

  1. Inggris

Inggris dikenal memiliki banyak universitas dengan program pendidikan pascasarjana. Jika ingin melanjutkan S2 di negara ini, calon mahasiswa umumnya perlu memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris dari universitas yang dituju.

IELTS Academic merupakan salah satu tes yang banyak digunakan untuk persyaratan pendidikan tinggi. Periksa juga apakah program yang dipilih meminta jenis IELTS tertentu atau tes lain yang setara.

  1. Australia

Australia juga menjadi pilihan bagi mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan S2. Banyak program kuliah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

IELTS Academic sering menjadi salah satu pilihan bukti kemampuan bahasa Inggris untuk pendaftaran universitas. Namun, skor minimum dapat berbeda sesuai universitas dan jurusan. Program tertentu, misalnya bidang kesehatan atau pendidikan, mungkin memiliki persyaratan bahasa tambahan.

  1. Kanada

Kanada menawarkan berbagai pilihan program pascasarjana di bidang akademik maupun profesional. Banyak universitas meminta bukti kemampuan bahasa Inggris bagi calon mahasiswa yang bukan penutur asli bahasa Inggris.

IELTS Academic dan TOEFL iBT merupakan tes yang umum ditemukan dalam persyaratan penerimaan. Pastikan kamu memeriksa ketentuan setiap universitas karena skor minimum dan jenis tes yang diterima tidak selalu sama.

  1. Selandia Baru

Selandia Baru juga menjadi salah satu tujuan pendidikan internasional. Universitas di negara ini memiliki persyaratan bahasa Inggris untuk memastikan mahasiswa mampu mengikuti perkuliahan, memahami materi, dan menyelesaikan tugas akademik.

IELTS Academic sering digunakan untuk memenuhi persyaratan tersebut. Namun, calon mahasiswa tetap perlu memeriksa ketentuan dari universitas dan program studi yang dipilih.

Catatan penting: Negara tujuan tidak otomatis menentukan jenis tes yang wajib diambil. Yang menentukan adalah universitas, program studi, jalur penerimaan, dan lembaga beasiswa. Jadi, sebelum mendaftar TOEFL ITP atau IELTS, cari tahu terlebih dahulu tes apa yang diterima oleh kampus tujuanmu.

Bahasa dan Aksen yang Digunakan dalam TOEFL ITP dan IELTS

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah bahasa Inggris seperti apa yang digunakan dalam tes TOEFL ITP dan IELTS. Apakah menggunakan aksen Amerika, Inggris, atau Australia?

Jawabannya, keduanya menggunakan bahasa Inggris, tetapi paparan aksen dalam bagian Listening dapat berbeda.

  1. Bahasa dan Aksen TOEFL ITP

TOEFL ITP menggunakan bahasa Inggris dalam konteks akademik dan sosial. Materi Listening dapat berisi percakapan di lingkungan kampus, pembicaraan sehari-hari, hingga penjelasan atau ceramah akademik.

Dalam latihan dan materi TOEFL ITP, peserta umumnya akan banyak menjumpai pelafalan bahasa Inggris Amerika Utara. Karena itu, membiasakan diri mendengarkan aksen Amerika dapat membantu persiapan.

Selain aksen, peserta juga perlu memperhatikan intonasi, pengucapan, dan makna percakapan. Jangan hanya menghafal arti kata karena soal Listening menguji pemahaman terhadap keseluruhan informasi.

  1. Bahasa dan Aksen IELTS

IELTS menggunakan bahasa Inggris internasional. Dalam bagian Listening, peserta dapat mendengar berbagai aksen dari negara berbahasa Inggris, seperti:

  • British English: aksen yang berasal dari Inggris.
  • American English: aksen yang umum digunakan di Amerika Serikat.
  • Australian English: aksen yang digunakan di Australia.
  • New Zealand English: aksen yang digunakan di Selandia Baru.
  • Irish English: aksen yang berasal dari Irlandia.

Kamu tidak harus berbicara menggunakan salah satu aksen tersebut agar mendapatkan hasil Speaking yang baik. Hal yang lebih penting adalah berbicara dengan jelas, mudah dipahami, dan mampu menyampaikan ide secara teratur.

Jadi, jangan terlalu khawatir jika aksen bahasa Inggrismu masih terdengar seperti orang Indonesia. Fokuslah pada kejelasan pengucapan dan kelancaran komunikasi.

Materi yang Diujikan dalam TOEFL ITP dan IELTS

Salah satu perbedaan paling penting antara TOEFL ITP dan IELTS adalah materi yang diujikan. Memahami bagian-bagian tes akan membantumu menentukan jenis latihan yang perlu dilakukan.

Materi TOEFL ITP

TOEFL ITP Level 1 memiliki tiga bagian utama.

  1. Listening Comprehension

Bagian ini menguji kemampuan memahami percakapan dan informasi yang disampaikan secara lisan dalam bahasa Inggris.

Materi yang perlu dipelajari meliputi:

  • Percakapan pendek antara dua orang.
  • Percakapan panjang dalam situasi akademik atau sosial.
  • Penjelasan atau ceramah singkat.
  • Ide utama dan informasi khusus dalam percakapan.
  • Maksud pembicara dan kesimpulan dari informasi yang didengar.

Untuk mempersiapkannya, biasakan mendengarkan audio bahasa Inggris dan mencoba memahami inti pembicaraan tanpa selalu melihat teks. Pelajari tips listening TOEFL agar hasil lebih maksimal.

  1. Structure and Written Expression

Bagian ini menguji pemahaman tata bahasa atau grammar dalam bahasa Inggris. Peserta perlu mengenali struktur kalimat yang benar dan menemukan kesalahan dalam kalimat.

Materi yang sering dipelajari antara lain:

  • Subject dan verb.
  • Tenses.
  • Noun, adjective, adverb, dan pronoun.
  • Subject-verb agreement.
  • Clause dan phrase.
  • Conjunction.
  • Passive voice.
  • Parallel structure.

Kamu perlu memahami aturan grammar sekaligus berlatih mengerjakan soal agar lebih terbiasa mengenali pola kalimat.

  1. Reading Comprehension

Bagian Reading menguji kemampuan memahami bacaan berbahasa Inggris, terutama teks dengan topik akademik.

Materi yang perlu dipelajari meliputi:

  • Menentukan ide utama bacaan.
  • Menemukan informasi khusus.
  • Memahami arti kosakata berdasarkan konteks.
  • Menentukan tujuan penulis.
  • Menarik kesimpulan dari bacaan.
  • Memahami hubungan antarparagraf.

Latihan membaca artikel bahasa Inggris dapat membantu meningkatkan kecepatan dan pemahaman bacaan.

TOEFL ITP Level 1 memiliki 140 soal dengan waktu sekitar 115 menit. Skor totalnya berada pada rentang 310–677. Format dan durasi Level 2 berbeda dari Level 1, sehingga peserta harus memastikan jenis tes yang akan diambil.

Materi IELTS

IELTS memiliki empat bagian utama, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking.

  1. Listening

Bagian Listening menguji kemampuan memahami percakapan dan informasi lisan. Peserta akan mendengarkan rekaman yang berisi situasi sehari-hari maupun akademik.

Materi yang dapat muncul antara lain:

  • Percakapan tentang perjalanan atau kegiatan sehari-hari.
  • Penjelasan mengenai fasilitas atau tempat tertentu.
  • Diskusi mahasiswa dengan pengajar.
  • Ceramah atau pembahasan topik akademik.

Peserta perlu memahami informasi penting, seperti nama, angka, lokasi, alasan, dan ide utama. Dalam tes IELTS Listening, rekaman diputar satu kali, sehingga konsentrasi sangat diperlukan.

  1. Reading

Bagian Reading menguji kemampuan memahami berbagai jenis teks bahasa Inggris. Untuk IELTS Academic, teks yang digunakan memiliki gaya akademik dan dapat membahas sains, sejarah, lingkungan, teknologi, atau topik lainnya.

Materi yang perlu dikuasai antara lain:

  • Memahami gagasan utama.
  • Menemukan informasi tertentu.
  • Menentukan apakah pernyataan sesuai dengan teks.
  • Memahami arti kosakata berdasarkan konteks.
  • Menyimpulkan informasi.
  • Mengenali pendapat dan tujuan penulis.

Selain memahami bacaan, kamu perlu mengatur waktu karena ada beberapa teks dan jenis pertanyaan yang harus diselesaikan.

  1. Writing

Bagian Writing menguji kemampuan menulis dalam bahasa Inggris secara terstruktur.

Untuk IELTS Academic, terdapat dua tugas utama:

  • Task 1: menjelaskan informasi visual, seperti grafik, tabel, diagram, atau proses.
  • Task 2: menulis esai untuk membahas pendapat, masalah, atau suatu topik tertentu.

Dalam bagian ini, peserta perlu memperhatikan grammar, kosakata, susunan paragraf, serta kejelasan argumen. Biasakan menulis secara rutin agar lebih mudah mengembangkan ide dalam bahasa Inggris.

  1. Speaking

Bagian Speaking menguji kemampuan berbicara secara langsung dengan penguji. Tes ini berlangsung sekitar 11–14 menit dan terdiri dari tiga bagian.

  • Part 1: menjawab pertanyaan umum tentang diri sendiri, keluarga, pekerjaan, pendidikan, dan kegiatan sehari-hari.
  • Part 2: berbicara tentang satu topik berdasarkan kartu instruksi atau cue card.
  • Part 3: berdiskusi lebih mendalam mengenai topik yang berhubungan dengan bagian sebelumnya.

Penilaian Speaking memperhatikan kelancaran dan keterpaduan jawaban, kosakata, tata bahasa, serta pengucapan. Jadi, peserta tidak cukup hanya menghafal jawaban. Kamu perlu membiasakan diri menyampaikan ide secara spontan dan jelas.

Perbedaan TOEFL ITP dan IELTS

Agar lebih mudah memahami kedua tes tersebut, berikut perbandingannya.

AspekTOEFL ITP Level 1IELTS Academic
Tujuan umumEvaluasi kemampuan bahasa Inggris institusionalPendidikan tinggi dan kebutuhan lainnya
Keterampilan utamaListening, Structure, ReadingListening, Reading, Writing, Speaking
Bentuk soalUmumnya pilihan gandaBeragam, termasuk jawaban tertulis dan wawancara
SpeakingModul tambahan pada format digital tertentuBagian wajib
WritingGrammar dan struktur kalimat, bukan esaiMenulis dua tugas
Skor310–677Band score 0–9
Kegunaan S2 luar negeriBergantung pada penerimaan kampusUmumnya digunakan untuk persyaratan akademik

Dari tabel tersebut, terlihat bahwa IELTS Academic menguji empat keterampilan bahasa Inggris secara langsung. Sementara itu, TOEFL ITP Level 1 lebih berfokus pada Listening, grammar, dan Reading.

Mana yang Sebaiknya Dipilih untuk Persiapan S2?

Jika tujuanmu adalah melanjutkan S2 di luar negeri, sebaiknya jangan langsung memilih tes hanya berdasarkan harga, tingkat kesulitan, atau rekomendasi teman.

Langkah pertama adalah menentukan negara dan universitas tujuan. Setelah itu, buka halaman resmi penerimaan mahasiswa internasional atau persyaratan bahasa Inggris pada program studi yang ingin kamu pilih.

Perhatikan beberapa hal berikut:

  1. Jenis tes yang diterima: apakah universitas menerima IELTS Academic, TOEFL iBT, TOEFL ITP, atau tes lainnya?
  2. Skor minimum: setiap universitas dan program studi dapat menetapkan skor yang berbeda.
  3. Masa berlaku sertifikat: pastikan hasil tes masih berlaku ketika digunakan untuk pendaftaran.
  4. Persyaratan tambahan: beberapa program mungkin meminta skor minimum pada setiap bagian tes, bukan hanya skor keseluruhan.
  5. Persyaratan beasiswa: jika mendaftar beasiswa, periksa juga aturan dari lembaga pemberi beasiswa.

Jika kampus tujuan menerima IELTS Academic, tes tersebut dapat menjadi pilihan yang sesuai untuk persiapan S2. Namun, jika universitas atau program tertentu secara resmi menerima TOEFL ITP, kamu dapat mempertimbangkannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Tips Mempersiapkan TOEFL ITP dan IELTS

Apa pun tes yang kamu pilih, persiapan yang terarah akan membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

  1. Kenali format tes terlebih dahulu. Pelajari jumlah bagian, jenis soal, dan waktu pengerjaan.
  2. Perkuat grammar dan kosakata. Materi ini membantu memahami bacaan, menyusun kalimat, dan menjawab soal.
  3. Rutin berlatih Listening. Dengarkan percakapan atau materi akademik berbahasa Inggris.
  4. Biasakan membaca teks bahasa Inggris. Mulailah dari artikel sederhana, lalu tingkatkan ke bacaan akademik.
  5. Latihan Writing. Khusus persiapan IELTS, biasakan menulis deskripsi grafik dan esai.
  6. Latihan Speaking. Rekam suara sendiri atau ajak teman berdiskusi menggunakan bahasa Inggris.
  7. Kerjakan simulasi tes. Gunakan latihan dengan batas waktu agar terbiasa menghadapi kondisi ujian sebenarnya.

Jika merasa kesulitan belajar sendiri, kamu juga bisa mengikuti kelas persiapan TOEFL atau IELTS. Dengan bimbingan pengajar, kamu dapat mengetahui bagian yang perlu diperbaiki dan mendapatkan strategi pengerjaan soal yang lebih terarah.

Kesimpulan

TOEFL ITP dan IELTS merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang memiliki format dan kegunaan berbeda. TOEFL ITP Level 1 berfokus pada Listening, Structure and Written Expression, serta Reading. Sementara itu, IELTS Academic menguji empat keterampilan, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking.

Untuk kamu yang ingin melanjutkan S2 ke luar negeri, IELTS Academic sering menjadi salah satu pilihan tes yang digunakan universitas. Namun, TOEFL ITP juga dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu jika kampus atau program yang dituju menerimanya.

Jadi, sebelum mengikuti tes, pastikan kamu sudah mengetahui persyaratan universitas dan beasiswa tujuan. Dengan memilih tes yang tepat serta mempersiapkan diri secara konsisten, langkah menuju pendidikan S2 dapat menjadi lebih terarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *