
Table of Contents
Pendahuluan
TOEFL sering dianggap sebagai “rintangan besar” bagi banyak pelajar bahasa Inggris. Padahal, kalau tahu trik dan tekniknya, TOEFL itu bisa dikerjakan dengan lebih cepat, lebih fokus, dan lebih efisien. Artikel ini bakal membahas tutorial mengerjakan TOEFL dalam tiga bab penting: Listening, Structure & Written Expression, dan Reading Comprehension. Semua dibahas dengan cara yang gampang dicerna biar kamu makin pede menghadapi tesnya.
Teknik Pertama Mudah Mengerjakan Bagian Listening TOEFL
Bagian listening adalah salah satu yang paling bikin deg-degan, terutama karena kamu hanya diberi kesempatan mendengarkan sekali. Tapi tenang—ini triknya:
1. Fokus ke 5 hal utama, bukan seluruh kalimat
Saat mendengar percakapan, fokuskan perhatian ke:
- Siapa yang bicara
- Apa yang mereka inginkan
- Masalahnya apa
- Solusinya apa
- Hasil akhirnya
Kamu nggak perlu mengingat semua kata. TOEFL hanya mengetes inti percakapan, bukan kemampuan menghafal.
2. Perhatikan nada bicara
TOEFL sering memberikan petunjuk lewat intonasi, misalnya:
- Nada naik → ragu
- Nada turun → kepastian
- Nada kecewa → jawaban biasanya tentang masalah
- Nada antusias → jawaban terkait solusi atau rencana
3. Prediksi sebelum audio dimulai
Saat membaca pilihan jawaban, tebak kira-kira konteks percakapan. Ini bikin otak kamu siap menerima informasi yang relevan.
4. Jangan terpancing kata kunci jebakan
Listening TOEFL suka memberi kata-kata yang sama dengan pilihan jawaban, tapi artinya beda. Ingat:
Yang dicari adalah makna, bukan kata yang sama persis.
Teknik Kedua Mudah Mengerjakan Structure & Written Expression
Ini adalah bagian yang menguji grammar. Banyak orang tersandung di sini karena bingung aturan apa yang harus dipakai. Padahal sebenarnya, kamu hanya perlu menguasai pola umum.
1. Kenali 6 pola grammar paling sering muncul
Biasanya yang sering keluar:
- Subject + Verb
- Parallel Structure
- Verb Form
- Clause (who, that, which…)
- Prepositional Phrase
- Inversion
Kalau langsung kenal polanya, kamu bisa langsung “ngeklik” mana yang salah tanpa berpikir lama.
2. Jangan baca seluruh kalimat
Toefl grammar bukan soal panjang atau pendeknya kalimat—tapi fungsi kata.
Trik cepat:
- Cari subject
- Cari verb
- Pastikan keduanya cocok
- Baru cek modifier tambahan
3. Untuk Written Expression: jangan cari yang benar, cari yang paling “aneh”
Biasanya yang salah sudah kelihatan “janggal” seperti:
- Verb tanpa ‘s’
- Noun bentuk jamak yang nggak perlu
- Preposisi salah
- Kata sambung double
4. Pahami “rumus cepat” struktur
Contoh:
- Setelah to selalu verb 1
- Setelah because harus ada clause lengkap
- Setelah although tidak boleh pakai but lagi
- Much untuk uncountable, many untuk countable
Dengan rumus ini, kamu bisa menyaring jawaban dalam hitungan detik.
Teknik Ketiga Mudah Mengerjakan Reading Comprehension
Ini bagian paling panjang, tapi juga paling banyak poinnya. Kunci utama: jangan membaca semuanya.
1. Pakai teknik “Skim–Scan–Answer”
- Skim: baca cepat paragraf pertama dan terakhir untuk menangkap ide utama
- Scan: cari kata kunci pertanyaan
- Answer: cocokkan informasi
2. Jangan terjebak “jawaban mirip teks”
TOEFL sengaja membuat pilihan jawaban yang kata-katanya persis dengan teks, tapi maknanya salah. Yang benar biasanya:
- Lebih umum
- Lebih singkat
- Tidak memelintir fakta
3. Perhatikan sinyal kata penghubung
Contoh:
- However = kontras
- Therefore = kesimpulan
- For example = contoh
- In addition = tambahan informasi
Ini membantu memahami arah argumen tanpa membaca semua detail.
4. Untuk soal inference: cari yang paling logis, bukan yang terlalu jauh
Inference TOEFL tidak minta kamu menebak terlalu jauh. Petunjuknya selalu ada di teks.
Penutup
Mengerjakan TOEFL sebenarnya tidak sesulit bayangan. Dengan teknik yang tepat—mulai dari fokus ke inti listening, mengenali pola grammar, hingga memakai strategi baca cepat—kamu bisa menyelesaikannya dengan lebih santai, cepat, dan efektif. Kuncinya adalah latihan ringan tapi rutin, plus memahami pola umum yang sering keluar.